Pedoman dan strategi untuk Belajar

Keringkasan yg padat isinya adalah adik bakat
Anton Chekhov,
Rusia, 1860-1904



Seri kelas

Esai Lima Paragraf

Esai yang terdiri dari lima paragraf sering digunakan sebagai tes untuk melihat kemampuan menulis seseorang dalam jangka waktu tertentu.

Memulai berarti mengorganisasi dulu:
latihan merupakan faktor yang vital untuk menulis secara efektif.

Analisa Tugas
dan tentukan mana yang diperlukan. Dengan spidol warna, tandai kata-kata penting yang mewakili topik esai, kemudian organisasikan rencanamu.

Misalnya kamu diberi tugas esai seperti ini:

Kamu mendapatkan hadiah yang sangat berkesan. Hadiah ini mungkin diberikan untuk memperingati peristiwa khusus atau diberikan tanpa alasan sama sekali. Jelaskan tentang hadiah tersebut dan mengapa sangat berkesan. Berikan alasan-alasannya, deskripsi hadiah, dan bagaimana perasaanmu ketika menerimanya.

Tujuan tugas ini adalah untuk menulis sebuah esai naratif tentang hadiah yang kamu terima.

Subyeknya tentang hadiah yang berkesan
Tiga subtopik utamanya:

  • alasan hadiah ini diberikan
  • deskripsi hadiah
  • dan bagaimana perasaanmu ketika menerimanya

Kerangka Karangan Lima Paragraf

Esaimu akan terdiri dari elemen-elemen berikut:

Paragraf Pembukan

Kalimat Topik Utama: hadiah yang berkesan

  1. Subtopic Pertama: alasan hadiah diberikan
  2. Subtopic Two: deskripsi hadiah
  3. Subtopic Three: perasaanmu ketika menerimanya

(Transisi)

Paragraf Isi Pertama

Tulis ulang Subtopik Pertama
Detil-detil yang mendukung/contoh
Transisi

Paragraf Isi Kedua

Tulis ulang Subtopik Kedua
Detil-detil yang mendukung/contoh
Transisi

Paragraf Isi Ketiga

Tulis ulang Subtopik Ketiga
Detil-detil yang mendukung/contoh
Transisi

Paragraf Penutup/Ringkasan

Sintesa dan kesimpulan esai dengan menyebutkan ulang topik serta subtopiknya.

Tulislah esainya!
Pikirkan yang kecil dulu, baru kemudian bangunlah esai tersebut setahap demi setahap.
Pisahkan esaimu menjadi bagian-bagian dan kembangkan secara terpisah.

Paragraf Pembuka

  • Paragraf pembuka menetapkan nada.
    Paragraf ini tidak hanya mengenalkan topik esai, tapi juga tempat di mana kamu akan mulai (dengan kalimat topik utama). Bila kamu menulis paragraf pembuka dengan baik, kamu akan mengajak pembaca merasakan "pengalaman"mu. Berusahalah yang terbaik untuk paragraf ini, maka kamu akan mendapatkan hasil positifnya.
  • Tuliskan dalam bentuk kalimat aktif.
    Kalimat aktif terasa lebih kuat pengaruhnya. Gunakan ini pada setiap kalimat dalam paragraf pembukamu. Kecuali bila kamu menulis esai naratif pribadi, hindari penggunaan kata ganti orang pertama "Saya".
  • Variasikan struktur kalimat.
    Baca ulang paragrafmu dan hindari pola menulis yang menjemukan misalnya dengan selalu memulai dengan subyek kalimat.
  • Cari ilham untuk ide-ide pendukung yang terbagus.
    Ide-ide tersebut merupakan hal yang kamu ketahui dengan benar. Bila kamu tidak memiliki pengetahuan tentang mereka, kamu tidak dapat menulis dengan baik tentang mereka juga. Hindari penggunaan argumen yang sia-sia karena akan melemahkan argumenmu.
  • Latihlah dirimu untuk menulis paragraf pembuka dengan topik yang bervariasi.
    Bahkan bila kamu akan menggunakan mereka, mereka dapat dibandingkan dengan tipe esai yang kamu sedang kerjakan sekarang. Kamu akan senang/puas melihat adanya kemajuan dalam kemampuan menulismu.

Paragraf Isi

  • Gunakan transisi untuk mengembangkan subtopik.
    Setiap paragraf harus berhubungan satu sama lainnya.
  • Tuliskan kalimat pokok pikiran.
    Transisi bisa juga diikutkan dalam kalimat tersebut.
  • Ide-ide pendukung, contoh dan detil haruslah spesifik.
    Kecenderungan yang terjadi dalam paragraf isi adalah biasanya keinginan untuk memasukkan segalanya. Hindarilah ini. Apa yang sudah kamu tulis di atas lengkap dengan contoh dan detil sudah cukup membantumu untuk tetap fokus.
  • Variasikan struktur kalimat.
    Hindari pencantuman kata ganti benda dan daftar yang berulang-ulang.
    Hindari penggunaaan pola kalimat pembuka yang sama (subyek + kata kerja + obyek langsung).

Paragraf Penutup/Ringkasan

Bagian ini merupakan paragraf yang sulit untuk ditulis secara efektif. Kamu tidak dapat mengasumsikan bahwa pembacamu dapat melihat poinmu.

  • Tulis ulang secara ringkas paragraf pembuka. Jangan langsung dikopi begitu saja keseluruhan paragrafnya.
  • Ringkaslah argumenmu dengan sehingga paragraf penutup ini akan membuat pembacamu tidak akan meragukan logika kesimpulanmu.
  • Berpengaruhlah karena paragraf ini membawa pendapatmu yang terakhir kepada pembaca.

Bantuan dalam mengorganisasi karangan, lihatlah bibliografi

Edit dan Perbaiki Esaimu

  • Periksalah struktur tata bahasa dan ejaanmu.
    Telitilah subyek, kata kerja dan keterangan waktu yang kamu gunakan.
  • Periksa keseluruhan esaimu dengan logika.
    Apakah setiap pokok pikiran berkembang dan berhubungan?
    Hindari jurang dalam logika, atau hindari penggunaan terlalu banyak detil.

Review kalimat per kalimat

  • Gunakan kata kerja aktif.
    Hindari penggunaan kalimat pasif dan kata kerja berawalan "di-".
  • Gunakan frasa dan kata transisi.
    Hindari kalimat yang diawali dengan kata ganti benda, atau susunan kalimat seperti "Adalah ..."
    Misalnya: "Adalah perlu untuk memeriksa ulang semua pekerjaan" yang diganti dengan "Memeriksa pekerjaan itu penting."
  • Langsung pada intinya.
    Walaupun panjang dan struktur kalimat kamu variasikan.

Tanyalah pada teman yang berpengetahuan banyak untuk mereview dan mengomentari esaimu dan untuk mengungkapkan ulang isi esaimu. Kamu mungkin akan terkejut.

Bantuan dalam mengorganisasi karangan, lihatlah bibliografi.

Diadaptasi dan direvisi dengan ijin dari: Kasper, J. The Five Paragraph Essay, 14 January, 1999, http://www.geocities.com/SoHo/Atrium/1437/index.html.

Persiapan masuk kelas | Membuat catatan kuliah |
14 saran mempengaruhi para pengajar | Presentasi di kelas | Menulis esai: dasar |
Buatlah topik Anda | Kata & frasa transisi | Esai Lima Paragraf |